Dekatkan Seni Rupa dengan Masyarakat, Artida Gelar Pameran Bertajuk ‘GeGOdoh’

BANJARTIMES– Tiga perupa dari Banjarmasin, yakni M Syahriel M. Noor, Didi Agus, dan Cahyo Purwadi, menampilkan karya mereka dalam pameran seni bertajuk ‘GeGOdoh’. Pameran ini berlangsung di Bengkel Lukis Solihin, Taman Budaya Banjarmasin, dari 23 Mei hingga 15 Juni 2024, dan digagas oleh komunitas Artida.

Istilah ‘GeGOdoh’ diambil dari nama gorengan khas masyarakat Banjar, yang juga dihadirkan secara simbolis dalam pembukaan pameran. Komunitas Artida menjelaskan bahwa nama ini dipilih untuk menggambarkan ikatan antara apresiator, kurator, dan perupa dalam satu pameran.

Kurator pameran, Badri Hurmansyah, menjelaskan bahwa gegodoh memiliki makna mendalam dalam konteks pameran ini. “Gegodoh di Banjar itu banyak jenisnya dan digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin seni rupa ini dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Badri juga mengungkapkan bahwa ketiga perupa dipilih karena kemampuan mereka dalam mengekspresikan diri melalui seni lukis dan kisah hidup mereka yang erat kaitannya dengan seni rupa.

Memancing Apresiator Seni dari Gen-Z

Pameran ini menggabungkan seni rupa konvensional dengan visual digital bernuansa futuristik, menciptakan galeri yang sangat menarik. Galeri ini dirancang dengan sudut-sudut yang ‘photoable’ untuk menarik minat anak muda. Ruang pameran dibagi menjadi lima ruang terpisah yang masing-masing menampilkan lukisan dengan cerita dan ciri khas berbeda dari tiap perupa.

Lutfi Zikria Ramadhan, salah satu pengunjung pameran, mengungkapkan kekagumannya. “Menarik, banyak spot foto yang lucu,” katanya.

Karya seni lukis manual yang dipadukan dengan tata pencahayaan serta goresan cat ultraviolet menambah kesan estetik dan chic. “Kami melakukan penyesuaian dengan Gen-Z. Suguhan karya yang membuat berpikir saya rasa perlu,” ujar Badri.

M. Syahriel M. Noor menambahkan bahwa pentingnya seni dekat dengan setiap generasi. “Sekarang zamannya serba sosial media, jadi melalui sanalah karya seni diapresiasi,” katanya.

Alif Nur Siddiq, Pimpinan Produksi GeGOdoh, menambahkan bahwa Artida hadir sebagai wadah untuk memberdayakan penggiat seni rupa, khususnya di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, saat ini banyak perupa yang minim apresiasi dan perhatian dari khalayak. “Ini soal proyek jangka panjang. Hari ini mungkin mereka datang membeli tiket, namun 10 tahun ke depan bisa jadi mereka akan terlibat aktif dalam membangun seni,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *