Dari Lomba Mewarna hingga Bakisah Bahasa Banjar, Generasi Muda Ramaikan Hari Terakhir Ajang Religi Expo

  • Teks: Aldi Ihtihsan
  • Foto: LK3 Banjarmasin
  • Hari terakhir Religi Expo 10 di Banjarmasin diisi tiga lomba utama—Busana Adat Nusantara, Mewarnai, dan Bakisah Bahasa Banjar—yang menarik partisipasi tinggi dari anak-anak dan orang tua.
  • LK3 menekankan pentingnya pendidikan budaya sejak dini, termasuk pelestarian bahasa Banjar melalui ajang bakisah yang mendapat respons positif dari pengunjung.
  • Gelaran yang berlangsung 14–16 September 2025 ini ditutup dengan pengumuman pemenang dan ucapan terima kasih kepada peserta, pengunjung, serta para sponsor yang mendukung kegiatan.

BANJARTIMES– Gelaran Religi Expo 10 yang diselenggarakan Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) ditutup dengan rangkaian lomba yang menarik perhatian banyak keluarga, Minggu (16/9/2025). Dimulai dari 14-16 November, sejumlah agenda budaya dan kreativitas anak mewarnai hari terakhir, mulai dari Lomba Busana Adat Nusantara, Lomba Mewarnai, hingga Lomba Bakisah Bahasa Banjar.

Sejak pagi, Lomba Busana Adat Nusantara menjadi titik kumpul pengunjung. Anak-anak tampil mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah, dari Banjar, Minang, Dayak, Jawa, Sunda, hingga Papua. Selain dinilai dari busana, peserta juga dinilai dari penampilan mereka di panggung.
Lita, koordinator lomba, menyebut kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya nasional sejak dini.

Pada sesi berikutnya, Lomba Mewarnai menarik ratusan peserta dari usia dini hingga sekolah dasar. Mereka menampilkan karya dengan warna-warna cerah dan teknik rapi.
Menurut Firia, juri lomba, kegiatan ini membantu mengasah kemampuan visual dan kreativitas anak.

Sorotan lain hadir pada Lomba Bakisah Bahasa Banjar. Peserta membawakan kisah bertema merawat alam dan keragaman dengan gaya tutur khas Banjar. Agenda ini sekaligus menjadi upaya LK3 menjaga bahasa daerah yang mulai jarang digunakan anak-anak.

Direktur LK3 Banjarmasin, Abdani Solihin, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Religi Expo 10 dirancang untuk memperkuat pendidikan budaya dan karakter generasi muda.
“Religi Expo 10 bukan sekadar ajang pameran, melainkan wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta pengenalan budaya baik lokal maupun nasional bagi anak-anak,” ujarnya.

Penutupan acara diisi dengan pengumuman pemenang dari semua kategori lomba. Abdani menyampaikan terima kasih kepada peserta, pengunjung, dan para sponsor seperti Mission 21, Wahid Foundation, Setara Institute, PSMTI Kalsel, Mie Sedap, dan Top Coffee.