Jalan Veteran Sungai Lulut Ambles Meski Berkali-kali Diaspal, Warga Minta Solusi Permanen

  • Penulis: Harfin Shad
  • Foto: Harfin/Banjartimes
  • Penyunting: Donny Moslem

Jalan Veteran Kilometer 5,5 Sungai Lulut yang menghubungkan Banjarmasin-Martapura ambles. Bagi warga sekitar, kejadian ini bukan lagi hal baru, meski kali ini yang parah. Mereka mengaku ruas jalan tersebut sudah berulang kali diperbaiki dengan pengaspalan, tetapi kerusakan selalu kembali karena persoalan utama belum ditangani.

Ruas Jalan Veteran Km 5,5 RT 02 RW 01, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, ambles hingga sekitar 90 sentimeter pada Rabu (15/7) dini hari setelah tergerus arus sungai. Kondisi itu membuat akses jalan ditutup total untuk kendaraan roda empat guna menghindari longsor susulan.

Warga setempat, M. Roihan (46), mengatakan tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak awal pekan.

“Retak sedikit-sedikit itu mulai hari Senin. Pas hari Selasa, retakannya makin lebar sekitar 20 sentimeter,” kata Roihan saat ditemui di lokasi, Rabu malam.

Dalam waktu dua hari, retakan terus melebar hingga badan jalan akhirnya runtuh. “Awalnya cuma retak. Pas tadi malam, langsung ambles. Waktu kejadian, kami lagi di sini mindahin barang-barang,” kenangnya.

Menurut Roihan, jalan mulai ambruk sekitar pukul 02.15 Wita dan penurunan tanah paling parah terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Saat itu warga berjaga di lokasi untuk memutar balik kendaraan karena kondisi jalan dinilai sangat membahayakan.

Yang paling menjadi sorotan warga adalah pola kerusakan yang terus berulang. “Tiap tahun tanahnya pasti turun. Selama 12 tahun saya di sini, sudah tujuh kali jalan ini diaspal ulang karena tanahnya turun terus. Ada aspal yang cuma bertahan 2 tahun, bahkan ada yang 1,5 tahun sudah rusak lagi,” bebernya.

Karena pengalaman tersebut, warga berharap pemerintah tidak lagi hanya melakukan perbaikan permukaan jalan, melainkan menangani penyebab longsor secara permanen.

“Kalau tidak disiring, pasti bakal longsor lagi. Ini kan bahaya. Lebih baik disiring sekalian biar pengerjaannya tuntas sekali jalan,” tegas Roihan.

Menindaklanjuti amblesnya jalan, Satlantas Polresta Banjarmasin melakukan pengalihan arus lalu lintas karena ruas tersebut tidak lagi aman dilalui kendaraan roda empat.

Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Embang Pramono menjelaskan kendaraan dari arah Sungai Tabuk menuju Banjarmasin dialihkan melalui Jalan Rahayu hingga tembus ke Jalan Pramuka Kilometer 6. Pengalihan serupa juga diberlakukan dari arah sebaliknya.

“Rute dari Sungai Tabuk yang mau ke Banjarmasin dialihkan belok kiri ke arah Rahayu, nanti tembusnya di Pramuka Kilometer 6. Begitu juga untuk arah sebaliknya,” jelas AKP Embang.

Petugas akan bersiaga di lokasi, terutama pada jam sibuk pagi saat aktivitas sekolah berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan M. Yasin Toyib mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas untuk menutup sementara ruas jalan selama proses perbaikan berlangsung agar pekerjaan dapat dilakukan dengan aman.

Yasin menjelaskan karakteristik lokasi yang berada di tepi sungai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan berulang.

“Polanya memang begitu. Jalannya di pinggir sungai, pas musim kemarau tanahnya mulai mengering, lalu terus-terusan dibebani kendaraan, akhirnya longsor,” jelasnya, Rabu (15/7).

Ia menambahkan, perbaikan kali ini tidak akan langsung dilakukan dengan pengaspalan. Tanah urukan akan dipasang secara bertahap sambil dipantau tingkat penurunannya. Setelah kondisi tanah dinilai stabil, barulah dilakukan pengaspalan.

Selain itu, Dinas PUPR juga sedang mengkaji metode penanganan permanen, termasuk kemungkinan pembangunan dinding penahan tanah (siring), pemasangan sheet pile, bronjong, atau teknologi penahan tanah lainnya agar kerusakan serupa tidak terus berulang.***