Puluhan Pohon Angsana di Banjarmasin Ditebang Demi Proyek Penataan Trotoar

BANJARTIMES– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin menebang 24 pohon angsana di sejumlah titik trotoar. Langkah ini, menurut DLH, sudah melalui kajian teknis dan koordinasi lintas instansi. Tujuannya untuk menunjang penataan kawasan yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Pertamanan, Sarana, dan Prasarana DLH Kota Banjarmasin, Muhammad Fauzi Noor, mengatakan pohon angsana memiliki akar besar dan dalam yang berpotensi merusak konstruksi trotoar serta memengaruhi tampilan kawasan.

“Kami memilih untuk menebang pohon angsana karena akarnya bisa merusak konstruksi trotoar dan mengganggu pemandangan. Semua sesuai prosedur, dan dampaknya telah dikaji secara teknis,” jelas Fauzi, Kamis (7/8/2025), mengutip Kalselmaju, partner Banjartimes.

Sebagai gantinya, DLH akan menanam pohon jakaranda. Pohon ini ia nilai lebih aman bagi infrastruktur karena akarnya tidak agresif, kanopinya rimbun, dan bunganya berwarna mencolok.

“Jakaranda dipilih karena tidak merusak infrastruktur, tidak mengganggu utilitas bawah tanah, dan bunganya mampu memperindah kawasan. Ini bagian dari upaya kami menjaga keseimbangan antara pembangunan dan penghijauan,” lanjutnya.

Menurut Fauzi, penataan trotoar ini tak hanya soal estetika, tetapi juga soal kenyamanan dan aksesibilitas.

“Proyek penataan trotoar ini harapannya menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan tetap sejuk. Ini karena kehadiran pohon-pohon baru yang lebih sesuai dengan kondisi perkotaan,” ujarnya.

DLH menyebut proses penggantian pohon akan mereka lakukan dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan agar Banjarmasin tetap hijau seiring perkembangan kota.***