Komunitas Lintas Iman Banjarmasin Berkumpul di Religi Expo, Serukan Pesan Merawat Alam dan Keberagaman

  • Teks: Aldi Ihtihsan
  • Foto: LK3 Banjarmasin
  • Religi Expo LK3 di Banjarmasin menghadirkan berbagai komunitas lintas iman, menampilkan pameran, diskusi, dan pertunjukan budaya yang menyoroti hidup berdampingan dalam keberagaman.
  • Acara ini menonjolkan praktik inklusif di tingkat kota, terutama ketika sejumlah daerah masih menghadapi marginalisasi kelompok minoritas sehingga ruang pertemuan seperti ini menjadi penting.
  • LK3 menegaskan expo tersebut sebagai platform dialog publik yang mendorong kerja sama antarkomunitas serta memperkuat budaya toleransi di Banjarmasin.

BANJARTIMES– Perhelatan Religi Expo 10 resmi digelar di Siring 0 Km Banjarmasin pada 14–16 November 2025. Acara tahunan yang diinisiasi Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin ini kembali menghadirkan ruang perjumpaan lintas iman dengan tema “Merawat Alam dan Keberagaman” (Merak).

Kegiatan tahun ini menandai satu dekade penyelenggaraan Religi Expo. Panitia mencatat terdapat 34 stan pameran, 98 penampilan seni, dan 610 talent dari berbagai komunitas, sekolah berbasis agama, majelis keagamaan, UMKM binaan, serta kelompok budaya.

Direktur LK3 Banjarmasin, Abdani Solihin, mengatakan perhelatan ini dirancang sebagai ruang publik yang mendorong pertemuan, pembelajaran, dan ekspresi nilai-nilai spiritual dalam bentuk seni dan kolaborasi.

“Expo ini bukan hanya tentang pameran keagamaan. Lebih dari itu, Religi Expo adalah ruang untuk saling mengenal, saling menghargai, dan berbagi nilai-nilai kebaikan dari berbagai tradisi dan keyakinan. Di tengah dunia yang semakin cepat berubah, penting bagi kita untuk tetap memiliki pegangan — dan salah satunya adalah nilai spiritual dan rasa kemanusiaan,” ujarnya.

Tema Merak dipilih sebagai simbol keberagaman yang hidup dan saling melengkapi. Menurut panitia, representasi itu sejalan dengan semangat menjaga lingkungan dan merawat ruang bersama.

“Religi Expo adalah ajang di mana iman, seni, dan kepedulian bertemu dalam satu ruang yang hidup. Setiap penampilan bukan sekadar hiburan, melainkan doa yang diwujudkan dalam gerak, nada, dan rupa,” kata Abdani dalam keterangan resmi.

Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Toleransi Sedunia. Panitia berharap momentum tersebut memperkuat budaya saling belajar antaragama, antarkomunitas, dan antargenerasi.

Didukung Banyak Pihak

Dalam kesempatan itu, LK3 menyampaikan apresiasi kepada sponsor, yakni Mission 21, Wahid Foundation, Setara Institute, Perkumpulan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan, serta dukungan Mie Sedap dan Top Kopi.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada seluruh peserta stan, pengisi acara, komunitas suku, serta Pemkot Banjarmasin.

“Akhirnya kami mohon doa dan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan Religi Expo 10 berjalan lancar, membawa inspirasi dan menjadi ruang perjumpaan lintas iman dan lintas generasi menghidupkan semangat untuk mencintai bumi sekaligus merangkul keberagaman,” tutup Abdani. “Karena merawat alam dan menghargai perbedaan pada dasarnya adalah dua wajah dari cinta yang sama.”