- Penulis: Aldi Ihtihsan
- Foto: PDWM ULM
- Penyunting: Donny Moslem
Para perempuan Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, mulai memanfaatkan ilmu pemasaran digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengembangkan usaha olahan jeruk yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Melalui pelatihan yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), mereka dibekali keterampilan membangun identitas merek, membuat konten promosi, hingga memanfaatkan AI untuk memperluas pemasaran produk.
Pelatihan tersebut berlangsung pada 29 Juni 2026 melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mengusung tema “Strategi Komunikasi Visual dan Pembangunan Identitas Merek (Brand Identity) Terpadu untuk Agrowisata Desa Karang Bunga melalui Digital Marketing Berbasis AI”, kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas digital perempuan yang selama ini menjadi motor penggerak produksi olahan jeruk skala rumahan.
Melalui sosialisasi dan pendampingan, peserta diajarkan membangun identitas merek, membuat materi promosi yang menarik, serta memanfaatkan teknologi AI sebagai sarana pemasaran agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Harapan untuk Lebih Berdaya
Ketua Pelaksana PDWA, Samsir Eka Putera, mengatakan Desa Karang Bunga memiliki potensi agronomi yang besar, namun belum diimbangi dengan kemampuan promosi dan penguatan identitas merek.
“Warga masih terkendala dalam hal promosi digital serta belum memiliki identitas visual merek yang seragam,” terangnya.
Menurutnya, pembekalan keterampilan visual dan digital diharapkan dapat menopang kemandirian ekonomi keluarga para perempuan Desa Karang Bunga secara lebih efektif.
Lebih lanjut, Samsir berharap pelatihan tersebut mampu mendorong potensi agronomi desa menjadi lebih berkembang.
“Saya harap warga desa bisa lebih berdaya secara ekonomi, memiliki produk berdaya saing tinggi, dan dapat memasarkan produk ke luar daerah secara mandiri,” tuturnya.
Ia juga berharap pelaksanaan PDWA mampu membawa dampak konkret dalam memajukan potensi lokal daerah.

Relevan dengan Kebutuhan
Sekretaris Desa Karang Bunga, Agus Supriadi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.
“Masyarakat mendapatkan wawasan baru mengenai penggunaan media digital sebagai sarana promosi produk lokal,” ungkapnya.
Menurut Agus, kegiatan tersebut juga mendorong meningkatnya literasi digital masyarakat, memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha desa, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis inovasi.
Bagi para peserta, pelatihan ini menjadi pengalaman baru untuk mulai memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha yang mereka jalankan.
Salah satu peserta, Waryuni, mengaku memperoleh banyak manfaat setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya mulai memahami pentingnya pemanfaatan digital secara baik dan benar dalam pemasaran produk yang agar dapat menarik minat konsumen,” ungkapnya.
Ia mengatakan mulai memahami pemanfaatan promosi digital berbasis AI, meski masih perlu terus belajar untuk menguasai teknologi tersebut secara lebih baik.***

